Berita

Sarasehan Peringatan HUT Ke-71 Kemerdekaan RI

Dalam rangka mensinergikan, melestarikan serta meningkatkan peran budaya lokal ke dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Semarang maka diperlukan sarasehan dalam rangka peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan pada hari Senin Tanggal 15 Agustus 2016 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang yang hadir dari unsur SKPD, Camat, Lurah, Kades, BPD, Pendamping Kabupaten/Desa dan Tokoh Masyarakat dengan Narasumber Bapak Bupati Semarang, Ibu Eny Haryanti dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah serta Ibu Dra. Suyami, MHum. dari Balai Kelestarian Nilai Budaya.

Sebagai Insan Pancasila yang senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tak henti-hentinya marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhaanahu Wata’ala yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita sekalian, sehingga pada hari ini kita dapat dipertemukan dalam keadaan sehat wal’afiat pada Acara Sarasehan dalam rangka HUT RI ke 71 Kemerdekaan Republik dengan tema "Implementasi Peran Budaya Lokal dalam Proses Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah".

Selanjutnya tak lupa saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak/Ibu Nara Sumber/Pembicara dan segenap tamu undangan yang telah bersedia hadir dalam acara sarasehan ini, untuk berdiskusi secara umum dalam rangka untuk memperoleh bahan/masukan guna merumuskan formulasi yang tepat guna bagaimana melestarikan, mengimplimentasi/mengintegrasikan budaya lokal kedalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Semarang.

Budaya lokal juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai pihak, karena ketahanan budaya merupakan salah satu Identitas suatu negara. Kebanggaan kita akan budaya yang beraneka ragam sekaligus mengundang tantangan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mempertahankan budaya lokal agar tidak hilang ataupun dicuri oleh bangsa lain.

Sudah banyak kasus bahwa budaya kita banyak yang dicuri dipatenkan oleh negara lain, hal ini dikarenakan ketidakpedulian para generasi penerus, dan ini merupakan pelajaran berharga bagi kita semua disadari atau tidak disadari Kebudayaan Bangsa Indonesia adalah harta yang mempunyai nilai yang cukup tinggi dimata masyarakat dunia.

Dengan melestarikan, mensinergikan, mengintegrasikan budaya lokal kedalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, kita bisa menjaga budaya bangsa dari pengaruh budaya asing yang sifatnya negatif, dan menjaga agar budaya kita tidak diakui oleh negara lain serta dapat terimplementasi/terintegrasi dalam proses riil penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. 

Para wisatawan baik asing/domestik banyak berdatangan ke Indonesia selain karena keindahan alamnya juga karena Keindahan dan keanekaragaman serta Keunikan budaya yang dimiliki dan ini merupakan peluang yang cukup baik selain bisa mendatangkan devisa bagi negara, kebudayaan Indonesia bisa menjadi kebanggaan karena bisa dikenal dimata dunia.

Budaya lokal mempunyai peran yang penting dalam memperkokoh pemerintahan dan pembangunan daerah, namun kenyataannya sekarang semua itu hanya sebatas teori saja, pada prakteknya sudah jarang terlihat peranan budaya lokal tersebut. Sebagian besar akibat pengaruh dari budaya asing dan arus modernisasi, globalisasi. Sehingga dari akibat tersebut dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan budaya di Indonesia, antara lain:

  1. Terkikisnya budaya Indonesia karena terpengaruh budaya asing sehingga budaya Indonesia mulai terlupakan.
  2. Bangsa Indonesia kehilangan ciri atau citra bangsa di mata dunia karena adanya pengaruh budaya asing. Dan timbul pula permasalahan khusus akibat dari modernisasi (kecanggihan teknologi, dunia ilmu pengetahuan, komputerisasi) dan globalisasi adalah sebagai berikut:
    a. Pola Hidup Konsumtif Perkembangan  industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengkonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
    b. Sikap Individualistik.
      Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan. Dengan kemampuan tersebut mereka lebih dahulu bisa memanfaatkan akulturasi dan transisi budaya dengan mengunakan kemampuan teknologi secara efektif yang sudah hampir merata dalam kehidupan, akibat dari imbas kemampuan teknologi tersebut. Dengan itu pula mereka tidak cuma "merebut" wilayah fisik, ekspansi mereka juga sudah merambah ke beberapa kekayaan budaya dan kesenian lokal Indonesia.

Perlu kita sadari bersama bahwa tantangan pembangunan akan semakin berat. Terlebih dengan telah disetujuinya kesepakatan ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang secara efektif diberlakukan mulai tahun 2015, maka mau tidak mau berimplikasi menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal. Kondisi ini tentunya menimbulkan konsekuensi logis berupa arus barang, jasa, modal, investasi dan tenaga kerja akan mengalir dengan bebasnya diantara sesama negara ASEAN.

Disatu sisi dengan terbentuknya AEC/MEA tersebut akan membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan ASEAN. Terlebih jika melihat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 40% dari total penduduk ASEAN merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN. Hal ini tentu saja merupakan potensi yang sangat besar bagi Indonesia untuk berkembang menjadi negara ekonomi yang aktif dan dinamis sehingga dapat berperan sebagai pemimpin dalam pasar ASEAN dimasa depan.

Namun disisi lain terbentuknya AEC/MEA dapat menimbulkan permasalahan krusial apabila bangsa kita ternyata tidak siap/kalah dalam hal daya saing dengan bangsa-bangsa lainnya di kawasan ASEAN.

Dalam mewujudkan visi Bupati Semarang yaitu Peneguhan Kabupaten Semarang yang Maju, Mandiri, Tertib, dan Sejahtera (MATRA II).

Maju bermakna memiliki warga yang kreatif, dinamis, dan berpikir positif. Mempunyai kekuatan ekonomi yang tidak tertinggal dari daerah lain serta mampu berprestasi, berkompetisi dan unggul diberbagai bidang.

Mandiri bermakna mampu mewujudkan kehidupan yang sejajar, sederajat, serta saling berinteraksi dengan daerah lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri.

Tertib artinya mampu mewujudkan perilaku aparatur pemerintah dan masyarakat yang selalu berpegang pada aturan dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sejahtera dimaknai sebagai kemampuan mewujudkan kondisi masyarakat yang terpenuhi hak-hak dasarnya baik dari aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang didukung dengan terwujudnya kebebasan kehidupan beragama, dapat beribadah sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing, hidup secara harmonis dan saling toleransi. Meningkatnya tingkat kesejahteraan dapat ditunjukkan dengan penurunan angka kemiskinan dan jumlah keluarga pra sejahtera, pemenuhan kebutuhan pokok, masyarakat, pangan, sandang dan papan.

Untuk mewujudkan visi tersebut maka misi yang akan ditempuh oleh pemerintah Kabupaten Semarang adalah memberikan arah dan batasan proses pencapaian tujuan melalui berbagai program pembangunan.

Dengan demikian, melalui penyelenggaraan sarasehan ini diharapkan akan dapat menciptakan satu kesamaan persepsi serta menyatukan visi dan misi sebagai komitmen bersama diantara segenap stakeholders yang terkait untuk mencetak kader-kader pemimpin baru yang tidak hanya mewarisi karakter kuat sebagaimana teladan para pemimpin bangsa kita terdahulu, namun juga handal dan pandai membaca peluang sehingga mampu menjadikan masyarakat Indonesia, dan masyarakat di Kabupaten Semarang pada khususnya menjadi masyarakat yang berdaya saing kompetitif agar mendapat manfaat yang nyata dalam menumbuhkan perekonomian dan menekan angka kemiskinan sehingga terwujud peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat tanpa meninggalkan kearifan nilai budaya lokal.

 

[ Lihat Galeri Sarasehan HUT Ke-71 Kemerdekaan RI ]